Tampilkan postingan dengan label KISAH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KISAH. Tampilkan semua postingan

Senin, 11 April 2011

Makam Xiaoling Dinasti Ming


Makam Xiaoling Dinasti Ming adalah Makam Zhu Yuanzhang, Kaisar pertama Dinasti Ming (tahun 1368-1644 masehi)

Zhu Yuanzhang yang berkuasa antara tahun 1368 dan 1398 adalah seorang kaisar legendaris dalam sejarah Tiongkok. Ia dilahirkan dalam keluarga petani yang miskin. Untuk mencari nafka, Zhu Yuanzhang pernah menjadi biksu di sebuah kuil setempat. Kemudian Zhu Yuanzhang ambil bagian dalam pemberontakan petani anti Dinasti Yuan yang berkuasa antara tahun 1271 dan 1368. Karena sangat berani dan bijaksana dalam perang, maka ia diangkat menjadi seorang pemimpin pasukan pemberontak petani dari seorang prajurit biasa. Pada tahun 1368, Zhu Yuanzhang naik takhta dan pada akhirnya berhasil menyatukan Tiongkok.

Zhu Yuanzhang mulai membangun makamnya ketika ia masih hidup, tapi pembangunan yang memakan waktu 25 tahun baru selesai setelah putranya naik takhta. Ibukota Dinasti Ming semula adalah kota Nanjing di Tiongkok Timur ketika Zhu Yuanzhang menjadi kaisar. Maka Makam Xiaoling Kaisar Zhu Yuanzhang berlokasi di peluaran kota Nanjing, dan juga satu-satunya makam kaisar Dinasti Ming yang tidak berlokasi di Beijing. Setelah Zhu Yuanzhang wafat, terjadi perebutan kekuasaan antara putra Zhu Yuanzhang dan adik Zhu Yuanzhang, dan ibukota Dinasti Ming dipindahkan dari Nanjing ke Beijing setelah adik Zhu Yuanzhang berhasil merebut kekuasaan. Menurut catatan, panjang tembok pelindung Makam Xiaoling mencapai 22,5 kilometer, yaitu dua per tiga dari panjang tembok kota Nanjing masa itu, besar makam itu sungguh mengagumkan.

Setelah mengalami terpaan angin dan hujan selama enam ratus tahun serta kerusakan akibat perang, semua istana dan balairung yang terbuat dari kayu kini sudah hancur, namun dari dasar batu bangunan makam yang tersisa masih terlihat skala makam itu yang sangat besar. Walaupun tata ruang makam itu sama dengan makam-makam kaisar sesudahnya dari Dinasti Ming, tapi skalanya jauh lebih besar. Dan ini menunjukkan bahwa makam-makam berbagai kaisar Dinasti Ming dibangun di atas dasar desain Makam Xiaoling.

Salah satu misteri tentang Makam Xiaoling ialah Istana Bawah Tanah di mana Kaisar Zhu Yuanzhang dimakamkan bersama permaisurinya. Istana Bawah Tanah adalah pusat Makam Xiaoling dan dilingkari sebuah tembok sepanjang 1100 meter dengan diameter kira-kira 400 meter. Atap makam berbentuk kerucut, tingginya 129 meter di atas permukaan laut. Letak konkret Istana Bawah Tanah kini masih kontroversial. Konon ketika upacara pemakaman akan dilangsungkan, serentak ke luar dari 13 gerbang kota Nanjing iring-iringan peti jenazah kaisar dengan barisan kehormatan yang sama sehingga sulit membedakan mana yang sungguh-sungguh. Ini dilakukan karena Zhu Yuanzhang khawatir makamnya dicuri orang. Bahkan ada orang berpendapt bahwa Zhu Yuanzhang sama sekali tidak dimakamkan di Nanjing, melainkan di Beijing. Di mana sebenarnya Zhu Yuanzhang dimakamkan, sampai kini masih merupakan teka teki. Sejak tahun 1997, lembaga benda budaya setempat mengadakan deteksi terhadap daerah seluas 20 ribu meter persegi di sekitar Isana Bawah Tanah dengan menggunakan metode iptek canggih, antara lain, deteksi magnetik dan sistem pemposisian satelit. Berdasarkan data-data yang diperoleh, akhirnya berhasil ditetapkan posisi tempat pemakaman Zhu Yuanzhang. Seorang pakar yang memimpin pekerjaan pencarian itu mengatakan, dengan teknik deteksi magnetik yang persisi, mereka memastikan Kaisar Zhu Yuanzhang dimakamkan di tempat puluhan meter di bawah tanah. Kini Istana Bawah Tanah itu masih terpelihara utuh dan belum pernah dicuri.

Gambar: kemegahan Makam Xiao Ling Dinasti Ming di masa silam

Arca-arca pejabat sipil dan militer di jalan suci Makam Xiaoling Dinasti Ming

  Dibanding dengan makam-makan kaisar berbagai dinasti yang lalu, Makam Xiaoling Zhu Yuanzhang mempunyai beberapa ciri yang berbeda, yaitu jalan menuju makam berbelok-belok dan menyimpang dari garis poros tengah. Mengapa dibuat demikian, kini masih belum ada jawabannya, namun gaya bangunan makam itu sangat mempengaruhi gaya bangunan makam-makam kaisar Dinasti Ming sesudahnya. Misalnya, Makam Dingling Dintasti Ming yang sudah digali, jalan masuk ke makam menyimpang ke arah kiri, yaitu berbalikan dengan jalan masuk Makam Xiaoling. Dalam deteksi terhadap Makam Xiaoling ditemukan bahwa sedikitnya 60% permukaan gunung di mana Makam Xiaoling berada adalah bangunan manusia. Misalnya bat-batu bulat dalam jumlah sangat banyak yang bertaburan secara teratur di atas bukit di mana Makam Xiaoling terletak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa batu-batu bulat itu diangkut oleh para tukang dengan kedua tangan dari kaki bukit ke atas bukit. Tumpukan batu-batu bulat itu tidak saja untuk memenuhi kebutuhan estetika dalam bangunan, juga berfungsi melindungi permukaan makam dari kikisan air hujan serta untuk mencegah pencuri makam. Yang mengejutkan ialah patung-patung binatang di depan Makam Xiaoling adalah fosil hayati purba yang sudah berusia 300 juta tahun. Rahasia ini ditemukan oleh seorang insinyur senior yang bekerja di sebuah pertambangan perak setempat. kesimpulan itu kini sudah diakui oleh banyak pakar. Penemuan itu menambah nilai ilmiah ukiran batu di Makam Xiaoling Dinasti Ming, selain nilai sejarah dan nilai seninya.
中华百科
Chinese ABC

Zhu Yuanzhang

Pembahasan yang menarik mengenai Zhu Yuanzhang (Kaisar Hongwu) ini
juga dapat dijumpai dalam forum milis negara tetangga kita seperti
di “Chinese Culture Forum at Asiawind” (www.asiawind.com/forums).
Terlepas dari motivasi apapun, sejarah berdirinya dinasti Ming adalah
bagian sejarah Tiongkok yang menarik untuk dibahas. Pelayaran Cheng
Ho ke mancanegara yang membawa pengaruh terhadap hubungan antara
Tiongkok dengan negara-negara di seberang lautannya juga terjadi
pada waktu jaman dinasti Ming itu.

Seperti Liu Bang pendiri dinasti Han, Zhu Yuanzhang (1328-1398)
sebagai pendiri dinasti Ming juga berasal dari orang kebanyakan
(commoner) dan keluarga miskin, bukan dari golongan bangsawan atau
aristokrat. Dia dikagumi sekaligus juga dicerca.

Dikagumi karena dapat mengusir penguasa atau penjajah asing dinasti
Yuan serta memulihkan dan membebaskan Tiongkok kembali dibawah
naungan bangsa Han. Zhu Yuanzhang diakui telah banyak membangun
Tiongkok setelah dilanda peperangan yang panjang, seperti
memperbaiki kanal yang terbengkalai dan rusak, menggalakkan sektor
pertanian, penghijauan hutan yang gundul, melanjutkan dan membangun
kembali Tembok Besar (Great Wall) dll. tetapi ia juga dicerca
karena gaya pemerintahannya yang dijalankan dengan tangan besi,
tirani dan despotik.

Apakah Zhu Yuanzhang itu seorang Muslim atau tidak telah menjadi
bahan perdebatan yang hangat antara fakta dan spekulasi. Diketahui
memang bahwa permaisuri atau istri resmi Zhu Yuanzhang ini adalah
seorang Hui (muslim) yang berasal dari propinsi yang sama dengannya
yaitu Anhui dan disebut sebagai Ratu Ma (Empress Ma).

fgh

Zhu Yuanzhang sendiri memiliki sekitar 38 selir, tetapi Ratu Ma ini
adalah istri yang paling disayang dan berpengaruh terhadapnya. Ketika
Ratu Ma ini meninggal pada tahun 1382, Zhu Yuanzhang merasa sangat
terpukul dan sejak itu prilakunya menjadi lebih irrasional dan tidak
dapat diprediksi. Dan ketika Zhu Yuanzhang meninggal pada tahun 1398,
dia di makamkan disamping makam istrinya ini di Nanjing (Ming
Xiaoling Mausoleum), Jiangsu . (Chronicle of the Chinese Emperors,
Ann Paludin).

Ketika Zhu Yuanzhang berhasil merebut Nanjing, yang dijadikannya
sebagai ibukota dinasti Ming (sebelum dipindahkan ke Beijing), dia
memberikan instruksi atau sponsor untuk membangun sebuah Masjid Raya
yang bernama “Jing Jue”, dan di Masjid ini terdapat sebuah pahatan
syair yang dibuat untuk dedikasi Masjid tersebut.

Salah satu latar belakang pembangunan Masjid ini, karena banyak
prajurit dan Jenderanya yang berjuang bersamanya untuk menggulingkan
dinasti Yuan dan mendirikan dinasti Ming adalah warga Muslim,
seperti Jenderal Chang Yuchun, Hu Dahai, Mu Ying, Lan Yu, Feng
Sheng. Selain itu juga banyak diantara tentara Yuan yang menyerahkan
diri adalah orang Muslim yang pindah dan menetap di ibukota Nanjing
tersebut, sehingga populasi orang Muslim di Nanjing sejak itu
bertambah jumlahnya.

Dikalangan orang Hui di Tiongkok, dipercayai bahwa Zhu Yuanzhang
adalah seorang Muslim, sekurang-kurangnya dalam kehidupan pribadinya.
Keyakinan ini diperkuat lagi oleh tulisan seorang pakar sejarawan
terkemuka di Tiongkok yang berasal dari etnis Hui, yaitu Prof. Bai
Shouyi didalam bukunya tentang Sejarah Islam di Tiongkok yang ditulis
pada tahun 1946.

Zhu Yuanzhang sendiri ketika mudanya adalah pengikut sekte
agama “Mingjiao” (Teaching The Light) yang dipengaruhi oleh
Manicheanisme (salah satu agama kuno yang berasal dari Persia),
tetapi ketika ia naik menjadi Kaisar Ming, sekte ini ditumpas dan
segala sesuatu yang menyangkut namanya dengan sekte ini juga di
sangkal ( China Heritage Newsletter, No.5, March 2006).

Penduduk Muslim yang telah menetap di Tiongkok sejak 700 tahun yang
lalu (sejak dinasti Tang) bertambah lagi populasinya karena
tertawan atau dibawa ke Tiongkok oleh pasukan Mongol dari Asia
Tengah. Pemerintahan Mongol (Yuan) ini menjalankan politik
diskriminasi yang membagi penduduk di Tiongkok kedalam tiga
golongan yang terpolarisasi.

Golongan atau hirarki pertama dan teratas adalah orang Mongol
sendiri, golongan kedua adalah penduduk Muslim yang berasal dari Asia
Tengah atau setara dan golongan ketiga adalah bangsa Han sendiri.
Orang-orang Muslim dari Asia Tengah ini menduduki posisi dan
jabatan penting dalam birokrasi dan kemiliteran Yuan serta tak
jarang mengeksploitasi dan mengenakan pajak yang tinggi terhadap
penduduk bangsa Han, yang akhirnya menimbulkan kebencian terhadap
mereka.

Tetapi situasi ini tidak berlangsung lama dan dapat diatasi, karena
penduduk Muslim pendatang tersebut akhirnya dapat berhasil
mengintegrasikan diri dan menikah dengan wanita Han, serta
mengadaptasi adat istiadat dan kebudayaan setempat, sejauh tidak
bertentangan dengan ajaran agamanya. Selain itu juga banyak orang
Muslim patriot ikut berjuang bersama bangsa Han lainnya menumbangkan
dinasti Yuan serta mendirikan dinasti Ming.

Jaman Dinasti Ming disebut juga sebagai jaman keemasan bagi Islam
di Tiongkok, karena posisi, pengaruh dan kemampuan administrasi yang
didapatinya di pusat pemerintahan Ming. Banyak pejabat dan posisi
birokrat dipegang oleh orang Muslim seperti kasim-kasim yang
berpengaruh (baik ataupun buruk) dalam istana Kaisar, seperti
salah satu kasim yang terkenal yaitu Laksamana Cheng Ho.

Hai Rui

Pejabat Muslim terkenal lainnya dalam sejarah dinasti Ming selain
Cheng Ho adalah Hai Rui (1514-1587), dia adalah seorang etnis Hui
dari Hainan dan memegang jabatan di birokrasi pemerintahan Ming.
Hai Rui dikenal dalam sejarah Tiongkok sebagai seorang pejabat yang
bersih, jujur, bermoral tinggi dan penuh integritas dalam periode
Ming, sehingga dia dibenci oleh jajaran birokrat lainnya yang tidak
jujur.

Dia pernah menulis sebuah surat kepada kaisar Jiajing di tahun 1565
untuk melaporkan adanya ketidak adilan, ketidakjujuran atau korupsi
dalam badan kepemerintahannya. Kaisar Jiajing marah atas surat itu
dan Hai Rui dipecat dan dijatuhkan hukuman mati, tetapi tidak keburu
dilaksanakan karena Jajing lebih dahulu meninggal.

Kejujuran Hai Rui ini telah menginspirasi sebuah tulisan allegori
sejarah yang ditulis dengan judul “Hai Rui dipecat dari kantornya”
(Hai Rui Ba Guan) oleh sejarawan dan anggauta PKT Wu Han pada tahun
1959, yang kemudian dipentaskan diatas panggung.

Cerita alegori sejarah Hai Rui inilah yang mengawali
terjadinya “Revolusi Kebudayaan” di Tiongkok yang banyak membawa
bencana tersebut. Banyak orang menginterpretasikan bahwa tulisan dan
teater ini adalah sebuah bentuk kritikan terhadap ketua Mao Zedong
atas langkahnya memecat Marsekal Peng De Huai yang berani
mengeritik ketua Mao karena kegagalannya dalam program “loncatan maju
kedepan” yang menimbulkan bencana kelaparan hebat di Tiongkok.

“Kelompok empat” dibawah mentornya Jiang Qing mengeritik dan
menyerang teater dan tulisan itu, karena dianggap secara
terselubung mengidentikkan Hai Rui dengan Marsekal Peng De Huai dan
Kaisar Jiajing dengan Ketua Mao Zedong, lalu mulai sejak itu
dimulailah sebuah periode dasawarsa yang penuh bencana tersebut
(revolusi kebudayaan).

Zhengde

Selain Zhu Yuanzhang yang dirumorkan sebagai seorang Muslim, kaisar
Zhengde (1506-1521) pun juga dirumorkan memeluk Islam seperti yang
ditulis oleh pakar keramik S.J. Vainker (Chinese Pottery and
Porcelain) dan Duncan Macintosh (Chinese Blue and White Poercelain).
Kaisar Zhengde ini adalah seorang kaisar yang eksentrik yang kadang-
kadang suka mengenakan busana Arab. Disebutkan bahwa ketika itu kasim-
kasim (eunuch) Muslim mendominasi dan berkuasa penuh di istana kaisar
tersebut, dan Zhengde juga masih muda.

Keramik-keramik yang diproduksi pada periode Zhengde ini bercirikan
khas ornamen dekoratif yang bernafaskan Islam seperti kaligrafi
Arab dan kutipan dari ayat-ayat suci Al’Quran , bahkan ada jenis
keramik yang dinamakan Mohammadan Blue (menggunakan cobalt blue).
Keramik-keramik ini banyak yang diekspor ke Timur Tengah dan kini
dipamerkan di Musium Topkapi Saray di Istanbul (Turki) dan Musium
Ardebil di Iran. Karena kasim-kasim Muslim tersebut juga mengontrol
pusat pembuatan keramik yang terkenal di Jingdezhen, Jiangsi, maka
pembuatan motif keramik itu juga mengikuti selera kasim tersebut.

Pu Shou Gang

Pu Shou Gang adalah seorang pedagang Muslim kaya dan berpengaruh
di Quanzhou, ia berasal dari keluarga keturunan Arab (Pu Clan) yang
telah hidup lama di Tiongkok sejak beberapa generasi di Guangzhou
dan lalu di Quanzhou. Keluarga Pu (Abu) ini melakukan perdagangan
maritim sejak abad ke 12 ke beberapa negara di seberang lautan,
seperti ke negara Asia Tenggara, sampai ke India, Persia dan
negara Arab lainnya.

Karena berjasa membantu menumpas bajak laut di perairan sekitar
propinsi Fujian, maka Pu Shou Gang diangkat oleh penguasa dinasti
Sung sebagai Syahbandar di pelabuhan Quanzhou tersebut. Kemudian
karirnya menanjak lagi ketika diangkat menduduki posisi jabatan
pengawasan Maritim di tingkat propinsi.

Tetapi ketika tentara Mongol menyerbu Tiongkok (Sung) dan berhasil
merebut Hangzhou, ibukota Sung Selatan di tahun 1276, pemerintah
berserta segenap keluarga istana kaisar mundur sambil memberikan
perlawanan sampai ke propinsi Fujian. Dan ketika itu Pu Shou Gang
berbalik arah kesetiaannya dan menghianati negara dan kaisar Sung
Selatan dengan berkolaborasi dengan tentara Mongol membunuh
anggauta keluarga dan famili kaisar yang sedang melarikan diri di
Quanzhou. (The Development of Chinese Islam during the Tang and Song
Dynasties 618-1276 AD, Yung-Ho Chang)

Tahun 1279 terjadi pertempuran laut di sekitar perairan propinsi
Guangdong, tentara Mongol berhasil menghancurkan armada Sung
tersebut dan kaisar yang masih kecil itu akhirnya tenggelam,
bersama dengan berakhirnya lembaran sejarah dinasti Sung.

Azwarti’s Site

Selasa, 21 Desember 2010

Bosan Hidup? Ingin Mati? Baca Ini Dulu

Seorang pria mendatangi Sang Guru, “Guru, saya sudah bosan hidup. Sudah jenuh betul. Rumah tangga saya berantakan. Usaha saya kacau. Apapun yang saya lakukan selalu berantakan. Saya ingin mati.”
Sang Guru tersenyum, “Oh, kamu sakit.”

“Tidak Guru, saya tidak sakit. Saya sehat. Hanya jenuh dengan kehidupan. Itu sebabnya saya ingin mati.”
Seolah-olah tidak mendengar pembelaannya, Sang Guru meneruskan, “Kamu sakit. Dan penyakitmu itu sebutannya, ‘Alergi Hidup’. Ya, kamu alergi terhadap kehidupan.”

Banyak sekali di antara kita yang alergi terhadap kehidupan. Kemudian, tanpa disadari kita melakukan hal-hal yang bertentangan dengan norma kehidupan. Hidup ini berjalan terus. Sungai kehidupan mengalir terus, tetapi kita menginginkan status-quo. Kita berhenti di tempat, kita tidak ikut mengalir. Itu sebabnya kita jatuh sakit. Kita mengundang penyakit. Resistensi kita, penolakan kita untuk ikut mengalir bersama kehidupan membuat kita sakit.

Yang namanya usaha, pasti ada pasang-surutnya. Dalam hal berumah-tangga, bentrokan-bentrokan kecil itu memang wajar, lumrah. Persahabatan pun tidak selalu langgeng, tidak abadi. Apa sih yang langgeng, yang abadi dalam hidup ini? Kita tidak menyadari sifat kehidupan. Kita ingin mempertahankan suatu keadaan. Kemudian kita gagal, kecewa dan menderita.

“Penyakitmu itu bisa disembuhkan, asal kamu ingin sembuh dan bersedia mengikuti petunjukku.” kata Sang Guru.

“Tidak Guru, tidak. Saya sudah betul-betul jenuh. Tidak, saya tidak ingin hidup.” pria itu menolak tawaran sang guru.

“Jadi kamu tidak ingin sembuh. Kamu betul-betul ingin mati?” “Ya, memang saya sudah bosan hidup.”
“Baik, besok sore kamu akan mati. Ambillah botol obat ini. Setengah botol diminum malam ini, setengah botol lagi besok sore jam enam, dan jam delapan malam kau akan mati dengan tenang.”

Giliran dia menjadi bingung. Setiap Guru yang ia datangi selama ini selalu berupaya untuk memberikannya semangat untuk hidup. Yang satu ini aneh. Ia bahkan menawarkan racun. Tetapi, karena ia memang sudah betul-betul jenuh, ia menerimanya dengan senang hati. Pulang kerumah, ia langsung menghabiskan setengah botol racun yang disebut “obat” oleh Guru edan itu. Dan, ia merasakan ketenangan sebagaimana tidak pernah ia rasakan sebelumnya.

Begitu rileks, begitu santai!

Tinggal 1 malam, 1 hari, dan ia akan mati. Ia akan terbebaskan dari segala macam masalah. Malam itu, ia memutuskan untuk makan malam bersama keluarga di restoran Jepang. Sesuatu yang sudah tidak pernah ia lakukan selama beberapa tahun terakhir. Pikir-pikir malam terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis. Sambil makan, ia bersenda gurau. Suasananya santai banget!

Sebelum tidur, ia mencium bibir istrinya dan membisiki di kupingnya, “Sayang, aku mencintaimu. “Karena malam itu adalah malam terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis! Esoknya bangun tidur, ia membuka jendela kamar dan melihat ke luar. Tiupan angin pagi menyegarkan tubuhnya. Dan ia tergoda untuk melakukan jalan pagi. Pulang kerumah setengah jam kemudian, ia menemukan istrinya masih tertidur. Tanpa membangunkannya, ia masuk dapur dan membuat 2 cangkir kopi. Satu untuk dirinya, satu lagi untuk istrinya. Karena pagi itu adalah pagi terakhir,ia ingin meninggalkan kenangan manis!

Sang istripun merasa aneh sekali Selama ini, mungkin aku salah. “Maafkan aku, sayang.”

Di kantor, ia menyapa setiap orang, bersalaman dengan setiap orang. Stafnya pun bingung, “Hari ini, Boss kita kok aneh ya?” Dan sikap mereka pun langsung berubah. Mereka pun menjadi lembut. Karena siang itu adalah siang terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis!

Tiba-tiba, segala sesuatu di sekitarnya berubah. Ia menjadi ramah dan lebih toleran, bahkan apresiatif terhadap pendapat-pendapat yang berbeda.

Tiba-tiba hidup menjadi indah. Ia mulai menikmatinya. Pulang kerumah jam 5 sore, ia menemukan istri tercinta menungguinya di beranda depan.

Kali ini justru sang istri yang memberikan ciuman kepadanya, “Sayang, sekali lagi aku minta maaf, kalau selama ini aku selalu merepotkan kamu.” Anak-anak pun tidak ingin ketinggalan, “Ayah, maafkan kami semua. Selama ini, Ayah selalu stres karena perilaku kami.”

Tiba-tiba, sungai kehidupannya mengalir kembali. Tiba-tiba, hidup menjadi sangat indah. Ia mengurungkan niatnya untuk bunuh diri. Tetapi bagaimana dengan setengah botol yang sudah ia minum, sore sebelumnya?
Ia mendatangi sang Guru lagi.

Melihat wajah pria itu, rupanya sang Guru langsung mengetahui apa yang telah terjadi, “Buang saja botol itu. Isinya air biasa. Kau sudah sembuh, Apa bila kau hidup dalam kekinian, apabila kau hidup dengan kesadaran bahwa maut dapat menjemputmu kapan saja, maka kau akan menikmati setiap detik kehidupan. Leburkan egomu, keangkuhanmu, kesombonganmu. Jadilah lembut, selembut air. Dan mengalirlah bersama sungai kehidupan. Kau tidak akan jenuh, tidak akan bosan. Kau akan merasa hidup. Itulah rahasia kehidupan. Itulah kunci kebahagiaan. Itulah jalan menuju ketenangan.”

Pria itu mengucapkan terima kasih dan menyalami Sang Guru, lalu pulang ke rumah, untuk mengulangi pengalaman malam sebelumnya. Ia tidak pernah lupa hidup dalam kekinian. Itulah sebabnya, ia selalu bahagia, selalu tenang, selalu HIDUP!!!

Hidup…bukanlah merupakan suatu beban yang harus dipikul, tapi merupakan suatu anugrah untuk dinikmati.

矛盾 Tombak dan Perisai yang Luar Biasa



Dahulu di negara Chu, pada periode Peperangan antar Negara ada seorang yang menjual tombak dan perisai. Dia pergi ke sebuah lapangan untuk menjual barang dagangannya. Disini dia main tambur dan mengangkat serta memainkan silat dengan barang dagangannya. Sesudah banyak orang yang berdatangan dia berkata dengan congkaknya " Perisai yang kubuat sangat kuat, tiada sesuatupun yang dapat menembusnya. Tombak yang kubuat begitu tajamnya tiada sesuatupun yang tidak dapat ditembusnya."

Ada seorang yang kelihatannya lemah, tetapi matanya cerah bertanya pada penjual: " Pak, apakah yang terjadi apabila satu dari tombakmu memukul satu dari tamengmu ??"

Penjual itu pun tertawa karena tidak dapat menjawabnya..?!$#@

" Orang yang suka beromong besar, akan sukar dapat melaksanakan kata-katanya "
(Sabda Suci XIV : 20)

Word of Wisdom : Yesterday, Today, Tomorrow



Huruf "O' dari kata "OPPORTUNITY" yang berarti "KESEMPATAN"

Yesterday no have "O"

Ini berarti hari kemarin tidak mempunyai kesempatan lagi untuk dipergunakan. Karena kita sebagai manusia tidak bisa memutar atau memundurkan waktu.


Today have 1 "O"

Artinya masih ada kesempatan dalam menjalani hari ini. Oleh karena itu jalani hari ini sebaik-baiknya agar memperoleh kesempatan tersebut. Jangan terlalu lama menyesali kesempatan yang terlewat di hari kemarin.

Tomorrow have 3 "O"

Berarti masih banyak kesempatan yang akan datang kepada kita. Kesempatan tidak hanya datang 1 atau 2 kali saja tapi berkali-kali namun bagaimana cara kita memanfaatkannya yang akan menentukan apakah kesempatan itu menjadi kesempatan emas atau hanya kesempatan biasa yang tidak berharga. Jadi, gunakan kesempatan dihari esok untuk menjadi lebih baik dari hari ini dan kemarin.

Pada tempayan Raja Thong terukir kalimat, "Bila suatu hari dapat membaharui diri, perbaharuilah terus tiap hari dan jagalah agar baharu selama-lamanya!"
(Ajaran Besar II : 1)

Sabtu, 18 Desember 2010

Kata mutiara Kahlil Gibran

Berikut ini beberapa kata mutiara cinta Kahlil Gibran yang meliputi kata bijak kehidupan.

NILAI
Nilai dari seseorang itu di tentukan dari keberaniannya memikul tanggungjawab, mencintai hidup dan pekerjaannya.

PENDERITAAN
Penderitaan yang menyakitkan adalah koyaknya kulit pembungkus kesadaran- seperti pecahnya kulit buah supaya intinya terbuka merekah bagi sinar
matahari yang tercurah.

Kalian memiliki takdir kepastian untuk merasakan penderitaan dan kepedihan. Jika hati kalian masih tergetar oleh rasa takjub menyaksikan keajaiban yang terjadi dalam kehidupan, maka pedihnya penderitaan tidak kalah menakjubkan daripada kesenangan.

Banyak di antara yang kalian menderita adalah pilihan kalian sendiri –obat pahit kehidupan agar manusia sembuh dari luka hati dan penyakit jiwa. Percayalah tabib kehidupan dan teguk habis ramuan pahit itu dengan cekal (tabah) dan tanpa bicara.

SAHABAT
Sahabat adalah keperluan jiwa yang mesti dipenuhi.
Dialah ladang hati, yang kau taburi dengan kasih dan kau subur dengan penuh rasa terima kasih.
Dan dia pulalah naungan dan pendianganmu. Karena kau menghampirinya saat hati lupa dan mencarinya saat jiwa memerlukan kedamaian.

SIKAP MANUSIA
Jauhkan aku dari manusia yang tidak mahu menyatakan kebenaran kecuali jika ia berniat menyakiti hati, dan dari manusia yang bersikap baik tapi berniat buruk, dan dari manusia yang mendapatkan penghargaan dengan jalan memperlihatkan kesalahan orang lain.

DUA HATI
Orang yang berjiwa besar memiliki dua hati; satu hati menangis dan yang satu lagi bersabar.

HUTANG KEHIDUPAN
Periksalah
buku kenanganmu semalam, dan engkau akan tahu bahwa engkau masih berhutang kepada manusia dan kehidupan.

INSPIRASI
Inspirasi akan selalu bernyanyi; karena inspirasi tidak pernah menjelaskan.

POHON
Pohon adalah syair yang ditulis bumi pada langit. Kita tebang pohon itu dan menjadikannya kertas, dan di atasnya kita tulis kehampaan kita.

FALSAFAH HIDUP
Hidup adalah kegelapan jika tanpa hasrat dan keinginan. Dan semua hasrat-keinginan adalah buta, jika tidak disertai pengetahuan . Dan pengetahuan adalah hampa jika tidak diikuti pelajaran. Dan setiap pelajaran akan sia-sia jika tidak disertai cinta

KERJA
Bekerja dengan rasa cinta, berarti menyatukan diri dengan diri kalian sendiri, dengan diri orang lain dan kepada Tuhan.

Tapi bagaimanakah bekerja dengan rasa cinta itu ? Bagaikan menenun kain dengan benang yang ditarik dari jantungmu, seolah-olah kekasihmu yang akan memakainya kelak.

LAGU GEMBIRA
Alangkah mulianya hati yang sedih tetapi dapat menyanyikan lagu kegembiraan bersama hati-hati yang gembira.

KEBEBASAN
Ada orang mengatakan padaku, “Jika engkau melihat ada hamba tertidur, jangan dibangunkan, barangkali ia sedang bermimpi akan kebebasan.”
Kujawab, ”Jika engkau melihat ada hamba tertidur, bangunkan dia dan ajaklah berbicara tentang kebebasan.”

ORANG TERPUJI
Sungguh terpuji orang yang malu bila menerima pujian, dan tetap diam bila tertimpa fitnah.

BERJALAN SEIRINGAN
Aku akan berjalan bersama mereka yang berjalan. Karena aku tidak akan berdiri diam sebagai penonton yang menyaksikan perarakan berlalu.

DOA
Doa adalah lagu hati yang membimbing ke arah singgasana Tuhan meskipun ditingkahi oleh suara ribuan orang yang sedang meratap.

PENYIKSAAN
Penyiksaan tidak membuat manusia tak bersalah jadi menderita: penindasan pun tak dapat menghancurkan manusia yang berada di pihak Kebenaran: Socrates tersenyum ketika disuruh minum racun, dan Stephen tersenyum ketika dihujani dengan lemparan batu. Yang benar-benar menyakitkan hati ialah kesadaran kita yang menentang penyiksaan dan penindasan itu, dan terasa pedih bila kita mengkhianatinya.

KATA-KATA
Kata-kata tidak mengenal waktu. Kamu harus mengucapkannya atau menuliskannya dengan menyedari akan keabadiannya.

BICARA WANITA
Bila dua orang wanita berbicara, mereka tidak mengatakan apa-apa; tetapi jika seorang saja yang berbicara, dia akan membuka semua tabir kehidupannya.

KESEDARAN
Aku tidak mengetahui kebenaran mutlak. Tetapi aku menyadari kebodohanku itu, dan di situlah terletak kehormatan dan pahalaku.

ILMU DAN AGAMA
Ilmu dan agama itu selalu sepakat, tetapi ilmu dan iman selalu bertengkar.

NILAI BURUK
Alangkah buruknya nilai kasih sayang yang meletakkan batu di satu sisi bangunan dan menghancurkan dinding di sisi lainnya.

MENUAI CINTA
Manusia tidak dapat menuai cinta sampai dia merasakan perpisahan yang menyedihkan, dan yang mampu membuka fikirannya, merasakan kesabaran yang pahit dan kesulitan yang menyedihkan.

KEHIDUPAN
Sebab kehidupan tidak berjalan mundur, pun tidak tenggelam dimasa lampau.

KERJA
Kerja adalah wujud nyata cinta. Bila kita tidak dapat bekerja dengan kecintaan, tapi hanya dengan kebencian, lebih baik tinggalkan pekerjaan itu. Lalu, duduklah di gerbang rumah ibadat dan terimalah derma dari mereka yang bekerja dengan penuh suka cita.

SELAMATKAN AKU
Selamatkan aku dari dia yang tidak mengatakan kebenaran kecuali kalau kebenaran itu menyakiti; dan dari orang yang berperilaku baik tetapi berniat buruk; dan dari dia yang memperoleh nilai dirinya dengan mencela orang lain.

CINTA
Salahlah bagi orang yang mengira bahwa cinta itu datang karena pergaulan yang lama dan rayuan yang terus menerus.

Cinta adalah tunas pesona jiwa, dan jika tunas ini tak tercipta dalam sesaat, ia takkan tercipta bertahun-tahun atau bahkan abad.

CINTA
Ketika cinta memanggilmu maka dekatilah dia walau jalannya terjal berliku, jika cinta memelukmu maka dekaplah ia walau pedang di sela-sela sayapnya melukaimu.

CINTA
Cinta tidak menyadari kedalamannya dan terasa pada saat perpisahan pun tiba. Dan saat tangan laki-laki menyentuh tangan seorang perempuan mereka berdua telah menyentuh hati keabadian.

CINTA
Cinta adalah satu-satunya kebebasan di dunia karena cinta itu membangkitkan semangat hukum-hukum kemanusiaan dan gejala alami pun tak mampu mengubah perjalanannya.

CINTA
Jika cinta tidak dapat mengembalikan engkau kepadaku dalam kehidupan ini, pastilah cinta akan menyatukan kita dalam kehidupan yang akan datang

ATAS NAMA CINTA
Jangan kau kira cinta datang dari keakraban yang lama dan pendekatan yang tekun. Cinta adalah kesesuaian jiwa dan jika itu tak pernah ada, cinta tak akan pernah tercipta dalam hitungan tahun bahkan abad.

CINTA YANG BERLALU
Cinta berlalu di depan kita, terbalut dalam kerendahan hati; tetapi kita lari daripadanya dalam ketakutan, atau bersembunyi di dalam kegelapan; atau yang lain mengejarnya, untuk berbuat jahat atas namanya.

CINTA LELAKI
Setiap lelaki mencintai dua orang perempuan, yang pertama adalah imaginasinya dan yang kedua adalah yang belum dilahirkan.

TAKDIR CINTA
Aku mencintaimu kekasihku, sebelum kita berdekatan, sejak pertama kulihat engkau.

Aku tahu ini adalah takdir. Kita akan selalu bersama dan tidak akan ada yang memisahkan kita.

CINTA PERTAMA
Setiap orang muda pasti teringat cinta pertamanya dan mencoba menangkap kembali hari-hari asing itu, yang kenangannya mengubah perasaan direlung hatinya dan membuatnya begitu bahagia di sebalik kepahitan yang penuh misteri.

LAFAZ CINTA
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana… seperti kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu… Aku ingin mencintaimu dengan sederhana… seperti isyarat yang tak sempat dikirimkan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada.

LAFAZ CINTA
Jangan menangis, Kekasihku… Janganlah menangis dan berbahagialah, karena kita diikat bersama dalam cinta. Hanya dengan cinta yang indah… kita dapat bertahan terhadap derita kemiskinan, pahitnya kesedihan, dan duka perpisahan.

KALIMAH CINTA (pernyataan, ucapan)
Apa yang telah kucintai laksana seorang anak yang tak henti-hentinya aku mencintai… Dan, apa yang kucintai kini… akan kucintai sampai akhir hidupku, karena cinta ialah semua yang dapat kucapai… dan tak ada yang akan mencabut diriku dari padanya

CINTA DAN AIRMATA
Cinta yang dibasuh oleh airmata akan tetap murni dan indah sentiasa.

WANITA
Seorang wanita telah dilengkapi oleh Tuhan dengan keindahan jiwa dan raga adalah suatu kebenaran, yang sekaligus nyata dan maya, yang hanya bisa kita fahami dengan cinta kasih, dan hanya bisa kita sentuh dengan kebajikan.

BANGSA
Manusia terbagi dalam bangsa, negara dan segala perbatasan. Tanah airku adalah alam semesta. Aku warganegara dunia kemanusiaan.

KESENANGAN
Kesenangan adalah kesedihan yang terbuka bekasnya. Tawa dan airmata datang dari sumber yang sama.
Semakin dalam kesedihan menggoreskan luka ke dalam jiwa semakin mampu sang jiwa menampung kebahagiaan;

Semoga beberapa contoh kata mutiara cinta Kahlil Gibran ini bisa membantu anda yang sedang mencari inspirasi dan kata cinta untuk menjalani hidup yang lebih indah

Jumat, 17 Desember 2010

Hati Nurani

Kamis, 18 November 2010
Ada seorang tua berupaya agar ketiga anaknya memperoleh lebih banyak pengalaman hidup. Suatu saat ia berkata kepada ketiga anaknya itu.

"Kalian pergilah merantau, setelah 3 bulan kalian kembali kerumah, ceritakan pengalaman yang paling berkesan selama kalian merantau, saya akan melihat perbuatan diantara kalian bertiga yang paling bisa dibanggakan,” katanya.

Ketiga anaknya setelah mendengar perkataan bapaknya, mulai melakukan perjalanan.

Tiga bulan berselang, mereka bertiga sudah kembali ke rumah, bapaknya bertanya kepada mereka perbuatan yang paling bangga yang telah mereka lakukan. Satu persatu anak-anaknya mengisahkan pengalaman mereka.

"Saya bertemu dengan seseorang, dia menitipkan sekantong permata berharga kepada saya, dia sendiri tidak tahu berapa jumlah permata didalam kantong itu, jika saya mengambil beberapa butir dia juga tidak akan tahu, ketika orang ini mengambil titipannya, saya menyerahkan seperti semula tanpa saya buka sama sekali,” kisah si anak sulungnya.

Setelah mendengar cerita anak sulungnya itu, bapaknya berkata kepadanya.

"Ini hal yang memang harus engkau lakukan, jika engkau mengambil beberapa butir, coba engkau pikirkan engkau akan berubah menjadi orang apakah?” komentar si Bapak.

Putra sulungnya mendengar komentar bapaknya, menganggapnya benar lalu pergi mengundurkan diri. Anak keduanya ganti menceritakan pengalamannya.

“Suatu hari saya melihat ada seorang anak kecil terjatuh di air, saya lalu menolongnya, keluarganya memberi saya hadiah besar, saya tidak menerimanya,” cerita anak kedua.

Mendengar kisah anak keduanya itu, bapaknya mengatakan kepadanya.

“Inipun memang yang seharusnya engkau lakukan, jika engkau melihat anak kecil itu mati tenggelam, apakah hatimu bisa tenang?" kata Bapaknya.

Setelah anak kedua mendengar komentar bapaknya itu, ia tidak berkata apapun. Lalu anaknya yang paling bungsu mengisahkan juga pengalamannya.

“Pada suatu hari saya melihat seorang yang sakit pingsan dipinggir jurang di jalan pegunungan, jika sedikit membalikkan badan saja sudah akan terjatuh dalam jurang, saya mendekatinya melihat, orang itu rupanya adalah musuh besar saya, dahulu beberapa kali saya berpikir untuk membalas dendam, tetapi tidak punya kesempatan, sekarang kesempatan ini muncul, saya tidak memerlukan tenaga mendorong, dia sudah akan terjatuh ke dalam jurang, tetapi saya mengantarnya pulang ke rumah,” kisah anak bungsu.

Bapaknya tidak menunggu dia habis berbicara, lalu dengan memuji ia mengatakan kepadanya.

“Perbuatan kedua kakakmu melakukan hal yang memang secara hati nurani dilakukan setiap orang, tetapi perbuatanmu dengan budi membalas rasa dendam, itu adalah perbuatan yang sangat terpuji.”

Melakukan perbuatan yang memang harus dilakukan, adalah hal yang wajar yang tidak mengkhianati hati nurani, tetapi melakukan perbuatan yang tidak ingin dilakukan, barulah hal itu membuat hati nurani ini dapat bersinar terang.

Cerita diatas, mengisahkan ketiga bersaudara ini melakukan hal yang tidak menyimpang dari permintaan hati nurani, anak sulung tidak tamak, anak kedua menolong orang yang kesusahan, kedua perbuatan ini adalah hal yang wajib dan memang seharusnya dilakukan oleh semua manusia. Sedangkan anak bungsu yang mempunyai dada yang lapang dan mau memaafkan musuhnya, malahan menolong musuhnya, hati nuraninya menyuruh dia tidak melakukan hal yang jahat, malahan bisa melakukan perbuatan baik yang tidak semua orang bisa lakukan, terlihat dari sini dia melupakan seorang yang bisa menjadi panutan bagi orang lain. (Erabaru/hui)

Belajar Sepanjang Usia

Selasa, 27 Juli 2010

Lu Pingkung adalah seorang raja, dia adalah seorang raja yang pintar dan adil. Ketika dia berusia 70 tahun, dia masih berkeinginan belajar lebih banyak lagi, untuk menambah pengetahuannya.

Lu Pingkung merasa pengetahuan yang dimilikinya masih sangat minim. Tetapi seorang yang berumur 70 tahun ingin belajar lagi, kesulitannya semakin banyak, Lu Pingkung merasa tidak percaya diri, dia lalu pergi meminta nasehat kepada seorang menterinya yang pintar.

Menterinya ini adalah seorang tua yang buta, tetapi dia adalah seorang cendekiawan, walaupun matanya buta, tetapi hati sanubarinya sangat terang.

Lu Pingkung bertanya kepada menterinya ini, ”Coba engkau lihat, saya sudah berumur 70 tahun, sudah cukup tua, tetapi saya masih sangat ingin belajar lebih banyak ilmu, supaya dapat menambah lebih banyak pengetahuan, tetapi selalu merasa kurang percaya diri, selalu merasa sudah terlambat?”

Menteri ini menjawab, ”Paduka merasa terlambat? Lalu kenapa tidak menyalakan lilin?”

Lu Pingkung tidak mengerti maksud dari menteri ini, lalu berkata, ”Saya berbicara serius denganmu, kenapa engkau bercanda? Mana ada seorang menteri yang mempermainkan rajanya?”

Mendengar perkataan rajanya, menteri ini merasa gembira lalu berkata, ”Paduka, engkau salah paham, saya adalah seorang menteri tua yang buta, mana berani mempermainkan Paduka? Mengenai hal belajar lagi saya juga berkata serius kepada Paduka.”

Lu Pingkung dengan bingung berkata, ”Saya tidak mengerti apa maksudmu?”

Menteri berkata, ”Menurut yang saya pelajari, ketika manusia pada masa kecil mempunyai keinginan belajar, bagaikan mendapat sinar mentari pagi yang sangat lembut, sinar mentari makin lama makin terang, waktu bersinarnya juga sangat panjang.

Ketika manusia pada masa remaja mempunyai keinginan untuk belajar, bagaikan mendapat sinar mentari di siang hari, walaupun sinar mentari di siang hari sudah menyinari setengah hari, tetapi sinarnya sangat terik, waktunya bersinar juga masih panjang.

Sedangkan manusia pada masa tuanya mempunyai keinginan untuk belajar, walaupun matahari sudah tenggelam, tidak ada sinar terang lagi, tetapi masih bisa meminjam cahaya lilin untuk menerangi, walaupun cahaya lilin tidak begitu terang, tetapi dengan sedikit cahaya ini lebih bagus daripada meraba-raba ditempat yang gelap.

Lu Pingkung segera tersadarkan, dengan gembira dia berkata, ”Perkataanmu sangat benar, Memang harus demikian! Sekarang saya merasa percaya diri lagi.”

Jika tidak ingin belajar, walaupun membuka mata dengan lebar disiang bolong, sepasang mata ini akan kehilangan, sangat gelap; Dengan terus belajar, tidak peduli muda maupun tua, lebih banyak pengetahuan sanubari akan semakin terang, dengan demikian dapat dengan tidak membabi buta mengambil keputusan dalam menghadapi masalah sehingga hidup ini tidak menjadi sia-sia. (Erabaru/hui)